ALUR PROSES PENDARATAN HASIL TANGKAPAN KAPAL BAGAN BERPERAHU TERI DAN FASILITAS DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BUNGUS

Authors

  • Rio Febrian Suganda Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi Author
  • Riris Roiska Universitas Jambi Author

Keywords:

pendaratan ikan, kapal bagan berperahu teri, PPS Bungus, hasil tangkapan, fasilitas pelabuhan

Abstract

Kegiatan magang ini dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Sumatera Barat, selama 9 minggu dengan tujuan untuk memahami secara langsung alur proses pendaratan hasil tangkapan kapal bagan berperahu teri serta mengidentifikasi fasilitas yang tersedia di pelabuhan. Metode yang digunakan adalah survei lapangan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung data sekunder dari pihak pelabuhan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa alur pendaratan hasil tangkapan meliputi beberapa tahapan, yaitu tambat labuh kapal, pemindahan ikan dari kapal ke sekoci, pengangkutan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI), penyortiran, penimbangan, pencatatan, hingga pengemasan. Proses ini sangat menentukan mutu ikan, sehingga kecepatan dan ketepatan penanganan menjadi faktor penting. Hasil tangkapan didominasi oleh ikan pelagis kecil, dengan variasi volume yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan operasi penangkapan. Selain itu, PPS Bungus memiliki fasilitas yang cukup lengkap, meliputi fasilitas pokok (dermaga, kolam pelabuhan, jalan, dan drainase), fasilitas fungsional (kantor, galangan kapal, pengolahan hasil, serta produksi es dan air), dan fasilitas penunjang (mess, pos jaga, tempat ibadah, dan kios). Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti sistem pencatatan manual dan keterbatasan fasilitas penyimpanan dingin. Secara keseluruhan, PPS Bungus berperan penting dalam mendukung aktivitas perikanan tangkap dan menjaga kualitas hasil tangkapan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amrullah, M. Y. (2022). Hasil tangkapan alat tangkap bagan apung di perairan pesisir Indonesia. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan, 13(2), 55–62.

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. (2017). Pedoman Teknis Pengelolaan Pelabuhan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Fréon, P., Cury, P., Shannon, LJ, & Roy, C. (2005). Eksploitasi berkelanjutan stok ikan pelagis kecil yang tertantang oleh perubahan lingkungan dan ekosistem: sebuah tinjauan. Buletin Ilmu Kelautan , 76 (2), 385–462.

Ivanovich, Y., & Viktorovich, V. (2020). Metode pengendalian kapal saat melakukan operasi tambat di atas kapal mitra .

Marahuddin. (2015). Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan. Sumatera Barat.

Nelwan, A, F., Indar, M. Y. N., & Ihsan, M. N. (2015). Analisis Produktivitas Penangkapan Bagan Perahu di Perairan Kabupaten Polewali Mandar.Jurnal Kelautan dan Perikanan. Vol. 2(4) : 345-356.

Ningsih, N. F. N., Suyuti, N., & Aris, L. O. (2025). Pola Jaringan Distribusi Ikan di Pangkalan Pendaratan Ikan (Ppi) Sodohoa Kota Kendari. Kabanti, 8(2), 253–265.

Purba, M. M. F. (2024). Efisiensi waktu pendaratan hasil tangkapan bagan perahu di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Tapanuli Tengah. Jurnal Teknologi dan Sumberdaya Perairan, 9(1), 45–53.

Qodrunnada, S., & Hafiludin, H. (2023). Analisis Rantai Distribusi Ikan Hasil Tangkapan Nelayan di Tempat Pelelangan Ikan Branta Kabupaten Pamekasan. Juvenil.

Rahmatang, A., Syahrul, & Mardiah, D. (2022). Penanganan hasil tangkapan ikan untuk menjaga mutu pasca pendaratan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 25(2), 101–110.

Urabe, T., Kobayashi, H., & Kiwada, K. (2013). Method and container for packing and preserving fresh fish.

Wang, J., Zhang, F., Zeng, Y., & Su, X. (2011). Live fish weighing device.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

ALUR PROSES PENDARATAN HASIL TANGKAPAN KAPAL BAGAN BERPERAHU TERI DAN FASILITAS DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BUNGUS. (2026). Agrinexa Informatics Journal, 1(01), 26-31. https://journal.arjavabinanusantara.com/index.php/agrinexa/article/view/11